Jumat, 18 Januari 2013

Belajar Menulis

Anda kesal dengan seseorang tumpahkan saja semuanya ditulisan, jangan biarkan kekesalan anda menggumpal menjadi penyakit ditubuh anda, tapi hati-hati jangan sampai tulisan curahtan tersebut jadi bumerang buat anda termasuk buat saya juga. Kini banyak cara dan media yang bisa menjadi tempat curhatan anda. Kita bisa lihat para pencipta lagu, penyair, novelis banyak menumpahkan perasaan jiwanya kedalam bentuk untaian kata nan indah yang menggugah jiwa, maka jadikan lah menulis sebagai sarana mengekpresikan dan mengembangkan talent yg terpendam di jiwa.

Menulis merupakan kegiatan yang sangat positif, ketika orang menulis sebenarnya ada rangsangan sel-sel otak yang berkembang mengikuti alur hati dan jiwa, dan itu akan membuat kemampuan berpikir seseorang lebih tajam. Sok deah lihat para profesor meskipun umurnya sudah sepuh kayanya ga ada yg pikun tuch, beda sama orang yg ga pernah make otaknya buat berpikir, sel-sel otaknya beku karna ga pernah dipakai mikir, kecuali mikirin utang ha,,haa.Menulis adalah pembebasan. Pengejewantahan emosi dan pikiran melalui tulisan. Menulis adalah metode curhat yang berfungsi sebagai terapi kejiwaan. Banyak orang melakukannya. Daripada konsultasi kepada psikoanalis yang membuat kantong menipis, atau juga kepada teman yang kadang karena minta ditraktir  jadi tidak gratis, maka metode menulis ini adalah yang paling praktis. Juga menulis ini adalah suatu hal yang ‘relieving’, melegakan pikiran. Daripada terus muter-muter di kepala, menulis ibarat sebuah ‘pensieve’, baskom berisi cairan ajaib yang bisa menyimpan memori dari otak, milik Albus Dumbledore (baca di Harry Potter). hal ini energi untuk menulis. Tinggal menyalurkan energi itu untuk apa. Untuk hal yang positif atau untuk hal yang negatif. Bagi saya menulis adalah hal yang positif.Ingat ya media tulisan bukan di meja-meja belajar kealas, tembok asrama apa lagi tembok WC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar